Kekurangan dan Kelebihan Pembayaran Sistem Elektronik

Seiring dengan perkembangan zaman, kini telah muncul yang namanya uang elektronik. Dalam perkembangannya dulu, untuk memenuhi kebutuhannya manusia melakukan barter. Kemudian berkembanglah alat pertukaran yang disebut sebagai uang. Kini, bersama dengan teknologi, uang elektronik juga dikembangkan. Uang tidak lagi dalam bentuk fisik tetapi juga ditemukan dalam bentuk elektronik. Uang elektronik atau yang biasa juga disebut sebagai uang digital merupakan jenis uang yang mulai melekat di dalam masyarakat modern saat ini. Dalam penggunaannya, uang digital memerlukan koneksi internet serta sistem penyimpanan secara digital. Tentunya uang elektronik juga memiliki manfaat serta kekurangannya sendiri. Berikut ini adalah pembahasan secara singkat mengenai uang elektronik.

Kelebihan dan Kekurangan Uang Elektronik yang perlu anda ketahui secara umum

Uang elektronik yang dikenal juga sebagai e-money, memiliki nilai tersimpan (stored value) alias prabayar. Nilai ini disimpan dalam sebuah media elektronik. Layaknya uang biasa, ketika melakukan pembayaran maka nilai dari e-money otomatis akan berkurang. Sementara ketika terjadi transaksi uang masuk, maka secara otomatis juga saldo akan bertambah. Beberapa keuntungan dari memiliki e-money pun bisa kita rasakan sendiri. Salah satunya seperti kemudahan ketika berbelanja. Membawa uang cash ketika berbelanja dalam jumlah banyak tentu akan merepotkan. Bahkan juga membahayakan diri karena adanya risiko pencurian. Maka dari itu hadirlah uang elektronik yang akan lebih memudahkan anda ketika berbelanja. Biasanya setiap supermarket atau minimarket sudah menerima uang elektronik sebagai alat pembayaran. Justru sekarang penggunaan uang elektronik mulai menjadi pilihan utama.

Tidak hanya untuk berbelanja saja, uang elektronik juga digunakan untuk pembayaran transportasi umum. Bukan rahasia lagi jika pemerintah begitu gencar untuk mengkampanyekan penggunaan e-money kepada masyarakat. Beberapa tahun belakangan ini, e-money mulai digunakan untuk pembayaran tarif transportasi umum. Khususnya daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran, dan Bekasi. Kendaraan yang menerima pembayaran menggunakan e-money seperti busway hingga kereta listrik. Pembayaran dengan e-money memang lebih praktis. Dampak positif dirasakan langsung oleh para pengguna KRL. Antrian panjang bisa dihindari berkat penggunaan uang elektronik.

Anda yang tinggal di kota-kota besar pasti mengetahui bahwa salah satu penyebab kemacetan di tol adalah karena antrian gerbang yang menumpuk. Biasanya dalam transaksi pembayaran tol dengan uang tunai, membutuhkan setidaknya waktu sekitar 5 hingga 10 detik untuk satu mobil. Maka dari itu, sekarang tol sudah mulai menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran yang dianjurkan. Mulai dari bulan Oktober 2017, penggunaan pembayaran jalan tol telah dialihkan menggunakan uang elektronik. Manfaat dari penggunaan uang elektronik pada jalan tol ini mulai terasa manfaatnya. Waktu yang digunakan lebih sedikit dan dapat menghindari antrian panjang yang ada di jalan tol.

Masih ada lagi kelebihan dari penggunaan uang elektronik. Banyak promo dan diskon khusus yang ditawarkan kepada para pengguna e-money. Hal ini semakin menarik banyak orang untuk menggunakan e-money. Tidak jarang situs-situs belanja atau aplikasi tertentu memberikan diskon lebih dari 40% jika melakukan transaksi e-money. Kekurangan yang bisa kita lihat dari alat pembayaran modern ini adalah belum semua orang menggunakannya. Terutama di daerah-daerah terpencil yang belum tersentuh teknologi. Sehingga walaupun memang praktis, e-money belum tersebar dengan baik dan belum tentu bisa digunakan di seluruh penjuru Indonesia. Inilah yang menjadi PR dari pemerintah untuk mengubah penggunaan uang konvesional menjadi uang elektronik.